Kedatangan Kyro Yudo
Awal kisah pembentukan permukiman dan surau di wilayah Cangaan.
Jejak Cangaan
Ingatan masyarakat menghubungkan kelahiran Cangaan dengan perjalanan Kyro Yudo, kehidupan tepian sungai, dan tumbuhnya pusat ibadah serta perdagangan.
Menurut cerita masyarakat, sekitar abad ke-18 seorang prajurit Pangeran Diponegoro bernama Kyro Yudo menyusuri Bengawan Solo dan menetap di wilayah yang kemudian dikenal sebagai Desa Cangaan.
Kyro Yudo mendirikan surau di tengah desa. Seiring waktu, surau tersebut berkembang menjadi Masjid Jami' Nurul Huda yang diyakini sebagai salah satu masjid tertua di Kabupaten Bojonegoro.
Pada masa kolonial, Cangaan dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan tembakau. Jejak arsitektur Belanda dan Tionghoa masih hidup dalam ingatan ruang desa.
Awal kisah pembentukan permukiman dan surau di wilayah Cangaan.
Riwayat kepala desa yang tersedia dimulai pada masa Beeyong.
Sejarah, masjid, pangan lokal, dan Bengawan Solo menjadi bagian dari identitas desa.
Riwayat kepala desa