Ilustrasi udara lanskap desa dan persawahan di tepian Bengawan Solo

DesaCangaan

Profil desa, potensi, dan kehidupan masyarakat di Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

Gulir untuk menjelajah

Tumbuh di tepian
Bengawan Solo.

Cangaan menyimpan kisah pergerakan, perdagangan, dan kehidupan beragama yang tumbuh bersama aliran sungai.

Menurut cerita masyarakat, sekitar abad ke-18 seorang prajurit Pangeran Diponegoro bernama Kyro Yudo menyusuri Bengawan Solo dan menetap di wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Cangaan.

Kyro Yudo kemudian mendirikan sebuah surau di tengah desa. Seiring waktu, surau itu berkembang menjadi Masjid Jami' Nurul Huda, yang diyakini sebagai salah satu masjid tertua di Kabupaten Bojonegoro.

Ketika Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, berkunjung ke Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro diceritakan pernah meminjam permadani milik Masjid Jami' Nurul Huda untuk mendukung acara penyambutan.

Pada masa kolonial, Cangaan juga dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan tembakau. Jejak arsitektur Belanda dan Tionghoa masih menjadi bagian dari ingatan ruang desa hingga hari ini.

1700-anKedatangan Kyro Yudo
1911Catatan kepemimpinan
Hari iniWarisan yang tetap hidup

Kecil dalam luas.
Besar dalam hidup.

177hektare luas wilayah
1.867penduduk tercatat
959penduduk laki-laki
908penduduk perempuan

Komposisi penduduk

Laki-laki 51,37%Perempuan 48,63%

Penduduk menurut kelompok umur yang tersedia

125–9
11610–14
12315–19
14820–24
15725–29
15330–34
17735–39
17040–44
13745–49
13450–54

Rentang umur pada dokumen sumber tersedia untuk usia 5–54 tahun.

Membangun tata kelola pemerintahan desa yang baik, bersih, transparan, dan akuntabel guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Misi desa

Langkah bersama untuk pelayanan, kemandirian, dan kesejahteraan warga.

  1. 01

    Melanjutkan program pembangunan desa yang belum terlaksana secara optimal.

  2. 02

    Menjembatani kepentingan dan aspirasi masyarakat dalam proses pembangunan desa.

  3. 03

    Mendukung program kepemilikan sertifikat tanah melalui PTSL maupun program sejenis.

  4. 04

    Mengupayakan fasilitas mobil kesehatan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

  5. 05

    Mewujudkan pemerintahan desa yang terbuka, transparan, dan akuntabel.

  6. 06

    Mendorong partisipasi masyarakat sejak perencanaan hingga evaluasi pembangunan.

Yang tumbuh dari
tanah dan ingatan.

01

Pertanian

Padi menjadi komoditas utama dan mata pencaharian sebagian besar warga.

Kedekatan dengan Bengawan Solo mendukung ketersediaan air. Petani masih menghadapi tantangan pemasaran karena harga jual sering ditentukan tengkulak, sehingga penguatan irigasi, kelembagaan petani, dan akses informasi harga menjadi peluang pengembangan berikutnya.
02

UMKM pangan

Jenang Angas dan Ladu tumbuh sebagai produk khas yang dikelola masyarakat.

Produk olahan pangan lokal serta usaha makanan dan minuman, seperti pentol dan es kelapa muda, dapat dikembangkan melalui inovasi kemasan, pemasaran digital, dan perluasan pasar.
03

Sejarah & religi

Masjid Jami' Nurul Huda menjadi penanda sejarah dan identitas Cangaan.

Masjid ini diyakini sebagai salah satu yang tertua di Bojonegoro. Bersama kisah Kyro Yudo, warisan tersebut membuka peluang wisata edukasi sejarah dan religi, meskipun belum berkembang sebagai destinasi wisata utama.
04

Bengawan Solo

Lanskap tepian sungai menyimpan potensi wisata berbasis alam dan edukasi.

Pengembangannya memerlukan sarana yang memadai, pengelolaan lingkungan, dan keterlibatan warga agar tumbuh secara berkelanjutan.
05

Budaya masyarakat

Gotong royong, pengajian rutin, dan tradisi warga tetap hidup dalam keseharian desa.

Kisah Kyro Yudo dan keberadaan Masjid Jami' Nurul Huda turut menjadi warisan budaya bernilai historis bagi masyarakat Cangaan.
Produk lokal
Jenang AngasLadu

Dua nama yang berpotensi tumbuh menjadi identitas pangan khas Desa Cangaan.

Delapan pemimpin.
Satu desa.

Riwayat kepala desa

1911–1935Beeyong
1936–1958H. Subkan
1959–1970Sudjak
1971–1990H. Affandi
1991–1998Mungid
1999–2007Shodiq
2008–2020H. Djamil
2020–sekarangImam SubendiMenjabat

Perangkat Desa Cangaan

01Imam SubendiKepala Desa
02Ahmad FananiKasi Kesejahteraan
03SalamudanKasi Pelayanan
04Dinata Elyansya, S.PdKaur Keuangan
05Imam Rosyidin, S.SyKaur Umum dan Perencanaan
06Nursyahid, S.PdKasun Juwet
07Ari IrawanKasun Jetis
08Siti Rokimah, S.SosStaf Desa

Ruang bersama,
untuk semua.

Fasilitas dasar menopang pendidikan, kesehatan, ibadah, pelayanan, dan pergerakan warga sehari-hari.

Balai Desa1
TK / PAUD1
Sekolah Dasar1
SMP / MTs1
MI Muhammadiyah2
Masjid4
Posyandu2
Jalan poros desa3.100 m
Jalan lingkungan4.700 m